Home » , » Cerita Buaya Perompak dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Cerita Buaya Perompak dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Bagi kalian yang rindu membaca dan mengenal cerita rakyat nusantara, berikut adalah sebuah cerita buaya perompak dalam bahasa inggris yang bisa sebagai bahan cerita Anda atau untuk anak Anda. Cerita bahasa Inggris rakyat Indonesia ini juga disajikan dengan terjemahannya yang berbahasa Indonesia. Jadi selain bisa membacakan cerita Cerita Buaya Perompak dalam Bahasa Inggris untuk keluarga Anda, Anda juga bisa belajar bahasa Inggris lewat cerita ini.

Teks Cerita Buaya Perompak dalam Bahasa Inggris dan Terjemahan


The Pirate Crocodile – Si Buaya Perompak

Folklore from Lampung
Cerita Rakyat dari Lampung

A long time ago, not many people dared to sail in Tulang Bawang River. A big crocodile lived there.

Cerita Buaya Perompak dalam Bahasa InggrisDahulu kala, tak banyak orang yang berani mengarungi Sungai Tulang Bawang. Seekor buaya hidup di sana.

People believed the crocodile would eat anyone who sailing in the river.
Orang-orang percaya kalau buaya itu akan memakan siapapu yang mengarungi sungainya.

Not far from the river, there was a village. Aminah and her parents lived there. She was a beautiful girl. One day her parents asked her to go to another village. It was across the river. Aminah was a kind daughter. She always obeyed her parents.
Tak jauh dari sungai, ada sebuah desa. Aminah dan orang tuanya tinggal di sana. Dia adalah seorang gadis yang cantik. Suatu hari orang tuanya meminta Aminah untuk pergi ke desa sebelah. Aminah adalah anak yang baik hati. Dia selalu patuh pada orang tuannya.

“Please be very careful, dear. If you see the crocodile near you, row your sampan as fast as you can,” said the mother.

“Berhati-hatilah, saying. Jika kau melihat buaya di dekatmu, dayunglah sampanmu secepat mungkin,” kata Ibunya.

“I will be careful, Mother. I will come back to you later. I promise you,” said Aminah.

“Aku akan berhati-hati, Ibu. Aku akan kembali lagi nanti. Aku berjanji,” kata Aminah.

Aminah then took her sampan. She rowed it slowly. She did not want to make any noise. She did not want the crocodile to hear her.

Aminah lalu menarik sampannya. Dia mendayung sampannya dengan perlahan. Dia tak ingin membuat kebisingan. Dia tak ingin sampai si buaya mendengarnya.

But she was wrong! The big crocodile was looking at her. The crocodile was swimming silently. Then... it attacked the sampan. It turned upside down. Aminah was so scared.
Tapi Aminah keliru! Si buaya besar sedang mengamatinya. Si buaya berenang diam-diam. Lalu… buaya itu menyerang sampan Aminah. Sampan Aminah terjungkal. Aminah sangat ketakutan.

“Help! Somebody please help me!” screamed Aminah.
“Tolong! Siapa saja tolong aku!” teriak Aminah.

Aminah was drowned. She was unconscious. When she was awake, she was inside a big cave. She stood up and looked around. She saw something shining in the dark. When she approached it, she found a lot of jewelries. She was very surprised. Suddenly she heard a voice.
Aminah tenggelam. Dia tidak sadarkan diri. Saat dia sadar, dia berada dalam sebuah gua besar. Dia berdiri dan melihat sekeliling. Dia melihat sesuatu bersinar di tengah kegelapan. Saat dia mendekati benda itu, dia menemukan banyak perhiasan. Dia sangat terkejut. Tiba-tiba dia mendengar suara.

“You can take those jewelries. But you have to stay with me.”

“Kau bisa ambil semua perhiasan itu. Tapi kau harus tinggal bersamaku.”

The voice was from the crocodile. It was the same crocodile that attacked her in the river. to run but she was cornered. The crocodile was right in front of her.

“Suara itu adalah suara buaya. Itu adalah buaya yang sama yang menyerang Aminah di sungai. Aminah ingin lari tapi dia terpojokkan. Si buaya berada tepat di depannya.

“Don’t be afraid. I’m not a real crocodile. I was a human. I was a pirate and always stole people’s jewelries. A witch cursed me into a crocodile. And now I keep all the jewelries here inside the cave.”

“Jangan takut. Aku bukan buaya sungguhan. Aku ini adalah manusia. Aku adalah seorang perompak dan selalu mencuri perhiasan orang-orang. Seorang penyihir mengutukku menjadi seekor buaya. Dan kini aku menyimpan semua perhiasannya di gua ini.

“How do you go to the river?” asked Aminah.

“Bagaimana cara kau pergi ke sungai?” tanya Aminah.

“There is a tunnel that connects the cave to the riverside,” explained the crocodile. He did not realize that he already broke his secret.
“Ada sebuah terowongan yang menghubungkan gua ini sampai ke tepi sungai,” jelas si buaya. Dia tak sadar kalau dia telah membongkar rahasianya.

Aminah then pretended to agree stay inside the cave. When the crocodile was sleeping, she took the jewelries and went to the tunnel.
Lalu Aminah berpura-pura setuju tinggal di dalam gua. Saat si buaya sedang tertidur, dia mengambil banyak perhiasan dan pergi ke terowongan.

Finally she arrived at the riverside. She met some villagers and they helped her. Aminah’s parents were very happy, their daughter back home. They sold all the jewelries and gave the money to other villagers. Everybody was happy, they were not poor anymore.
Akhirnya dia berhenti di tepi sungai. Dia bertemu dengan beberapa penduduk desa dan mereka pun menolong Aminah. Mereka menjual semua perhiasannya dan memberikan uangnya ke pada penduduk desa yang lain. Semua orang gembira, dan mereka semua tidak lagi menjadi orang miskin.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar